Mak-adang.com diundang menjadi juri menulis cerita dalam rangka Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Berikut ini catatan refleksi dari acara tersebut.
***
Mengerti tulisan yang baik. Saat ini diminta untuk memeriksa dan memutuskan mana lima besar tulisan terbaik. Dengan uni Eva Yenita Syam saya membuat tiga sampai empat langkah simulasi untuk memilih yang terpilih memang yang terbaik.
Kepada Bu Era, seorang panitia, saya berjanji semua peserta mendapatkan haknya untuk diperiksa secara adil.
Buk Era lulusan S2 Bahasa Indonesia, dan S1 nya di UNP nampaknya puas setelah mengetahui yang terpilih tidak harus tulisan yang panjang, 4-5 halaman.
Saya sudah mematri dalam hati beberapa tulisan bagus. Ringkasnya seperti mendengar orang bicara, begitu pula tulisan (walau ini bisa didebat). Yakni a) Enak dibaca dan bermanfaat: karena lead/pembukanua, narasinya, masalah/idenya, dan tata bahasa/tanda bacanya. Juga kaya dengan diksi yang kuat dan relevan.
B. Logis dan berbasis kearifan lokal. Ada keberpihakan pada bangsa sendiri karena menulis adalah alat perjuangan dan cara menanamkan nasionalisme.
c Ada pesan yang humanis: persahabatan, perpisahan, tolong menolong dan saling asah, asih, dan asuh.
D. Sesuai dengan narasi anak-anak, apalagi bila mendukung program nasional seperti wajib belajar, menjaga kesehatan, cinta lingkungan dan lain-lain.
Ringkasan ini tidak ada dalam buku. Bisa jadi yang lain ada yang merumuskan lebih lengkap (andi mulya)
