logo mak-adang.com

MUNADI: SEKUM UKIK 1 YANG KINI JADI DIREKTUR IQDA

 Dr. Andi Mulya, S.Pd., M.Si.     14/05/2025    Alumni 1   670 Views
MUNADI: SEKUM UKIK 1 YANG KINI JADI DIREKTUR IQDA

Mak-adang.com , JAKARTA.

Setelah pensiun lalu menjadi direktur Institut Quran Dewan Dakwah. Siapa yang mengira ia adalah sekretaris  umum pertama UKIK, nama organisasi mahasiswa IKIP Padang yang aktif menggarap kegiatan ilmiah dan penelitian.

Unit Kegiatan Ilmiah Ko-Kurikuler (UKIK) kini berkembang di Universitas Negeri Padang (UNP) dengan kegiatan penyiaran termasuk public speaking dan protokoler.

Ia adalah Munadi Sekum UKIK sekaligus pendirinya  tahun 1986.  Ketua adalah Adripen, kini dosen UIN Batusangkar, lulusan S3 UIN Imam Bonjol.

Kontak dengan Uda Munadi, termasuk Uda Doktor Adripen, begitu alumni UKIK memanggilnya, dimulai sejak adanya grup WA, didirikan Edi Wirman, yang juga ketua UKIK tahun 1992.

Saat merintis group alumni UKIK, Edi Wirman sangat bersemangat karena alumni UKIK sudah tercatat sukses baik di jabatan struktural maupun fungsional. Beberapa dosen meraih gelar tertinggi guru besar.

Melalui kelompok alumni UKIK, Munadi mengajak alumni dan masyarakat untuk menjadi mahasiswa IQDA.

Mak-adang.com kemudian mewawancarai Munadi sejarah berdiri IQDA. Akhir pekan lalu (Ahad, 12/5) bahwa diketahui IQDA berdiri dari kegelisahan rendahnya kemampuan membaca Al-Quran masyarakat saat tadarus di Masjid Assyifa, Yarsi Dewan Dakwah Bukittinggi. Kendati menyadari pendidikan Al Quran tumbuh maju berbentuk rumah tahfiz.

Dewan Dakwah.
Munadi lama berkiprah sebagai kepala sekolah SMK Paramitha Bukittinggi (1993 – 2022 ). Beberapa tahun sebelum pensiun ayah dua anak ini mangajar cuma satu kali sepekan. Yakni menjadi dosen Akademi Pariwisata Paramitha. Bekal jadi dosen tak lain karena Munadi lulus S2 Ilmu Lingkungan UNP. Ia mengku lambat tamat karena bekerja sambil kuliah. Masuk S2 UNP tahun 2010.

Dek banyak waktu kosong, namonyo pensiun yayasan dan lai ado bekal mangaji, uda bergabung Jo Dewan Dakwah,” katanya kepada Mak-adang.com. Munadi meyakini ini adalah jalan terbaik, untuk kebahagiaan dunia akhirat.

Dalam proposal IQDA Munadi menulis mengapa lembaga ini penting bagi masyarakat. Secara lengkapnya adalah sebagai berikut:

Di tengah maraknya lembaga pendidikan dan sekolah menawarkan program menghapal Qur’an itu, muncul suatu permasalahan baru yaitu, kesulitan lembaga pendidikan dan sekolah dalam memenuhi tuntutan akan adanya guru tahfiz atau MDA, yang menguasai ilmu tajwid/tahsi dan metode dan tekik mengajarkan tahfiz, baik secara kuantitas maupun kualitas, Jika dicermati kondisi ini, guru tahfiz yang ada pada umumnya berlatar-belakang pendidikan yang, guru agama di Madrasah, Guru ngaji di MDA dan ada yang tamatan Pesantren, bahkan ada yang hanya tamat SMA yang hanya berdasarkan bisa membaca Al-Qur’an saja dan memiliki pengalaman mengajar sebagai guru menngaji (Ustaz di MDA), yang mengajarkan hapalan konvensional secara, belum memiliki ilmu tentang strategi dan metode mengajarkan tentang menghapal Al Quran yang efektif, mudah dan menarik, sehingga mengajar dengan sistem menghapal yang sangat membosankan santri dengan secara menghapal, dan hapalan-hapalan yang dicapai cepat hilang kembali Pola dan sistem mengajar dengan menghapal tersebut tidak bertahan lama dalam ingatan/memori santri, karena belum menggunakan strategi dan metode-metode menghapal dengan memperhatikan tingkat kemampuan dan kecerdasan santri sesuai dengan tingkat atau level usia santri, dengan kata lain sistem mengajar belum berdasarkan hasil pendidikan dan latihan yang memiliki kompetensi sebagai guru Tahfiz yang dihasilkan dari Lembaga calon pendidikan guru tahfizd dan MDA, yang bersertifikat khusus.

Di sisi lain, fenomena yang sering juga kita dapati adalah, rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an warga masyarakat muslim, baik di tingkat remaja, pemuda, bahkan kepala keluarga dan ibu rumah tangga. Hal ini disebabkan oleh setelah tamat MDA (Khatam Qur’an, tidak sering lagi membaca Qur’an, sibuk dengan pekerjaan, sehingga Al Qur’an
tidak dibaca, bahkan tak menyentuh Al Qur’an sampai usia lanjut usia. Kenyataan ini perlu j uga mendapat perhatian kita bersama.”

Keluarga.
Munadi Sungai berasal dari Sariak, Lumpo Kecamatan IV Jurai, Pessel. Ia lahir dan besar di Sungai Penuh, Kerinci, sampai SMA. Selain mengajar suami dari Yenni Novia, S.Pd., ini juga aktif sebagai penyiar radio dan bergerak di bidang pariwisata.

Anak pertama Munadi adalah sarjana psikologi, yakni Aulia Zikra, S.Psi. Putri kedua adalah Auliyani Nadila, sekarang Mahasiswa Unand jurusan Ilmu Sosial Politik. Semester 6. Auliyani saat ini magang di RRI Padang.
( Andi Mulya).


One thought on “MUNADI: SEKUM UKIK 1 YANG KINI JADI DIREKTUR IQDA

  1. Munadi says:

    Alhamdulillah, terimakasih Add Andi Mulya, atas partisipasi dan publikasi ini. Semoga dengan cara ini Allah menjadikan sebagai amal jariah. Dan dapat memberi motivasi masyarakat untuk sebagai peserta, sehingga hasilnya dapat ditetapkan sebagai program Hone Schooling dalam rumah tanggagga masing-masing, Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *