logo mak-adang.com

DR. MONDRY TENTANG TEH TELUR DAN PATEN

 Dr. Andi Mulya, S.Pd., M.Si.     9/03/2023    Kaba Ari ko   410 Views
DR. MONDRY TENTANG TEH TELUR DAN PATEN

SETELAH JADI KEKAYAAN TAK BENDA, LALU APA?

INI KATA PAKAR SOSIOLOGI MEDIA

Pemprov Sumbar didorong untuk segera mematenkan ‘penganan lamak’ dari berbagai nagari sebelum diklaim pihak lain, kata satu pakar.

Dosen media sosiologi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya, Dr. Mondry M.Sos, mengatakan saat ini ada momentum mematenkan Fakultas ‘penganan lamak’ setelah teh telur, salah satu kekayaan tak benda. Oleh karena itu, jelasnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) diminta bergerak cepat mendaftarkan ke direktorat paten Kemenkumham RI.

“Paten itu penting, agar tidak merugikan anak cucu kita, misal saat membuat satu merek dagang produk sendiri, tapi harus membayar jasa ke orang lain,” katanya. Mondry mengatakan kepada Mak-Adang.com di Malang, saat dihubungi melalui telepon pagi (9/3) ini..

Menurut Mondry, Sumatera Barat tidak hanya punya produk makanan lama. Tetapi juga hasil kerajinan baik rumah tangga maupun industri kecil dan menengah. ” Kita punya sentra kerajinan seperti Nagari Pandai Sikek, Koto Gadang, Silungkang, dan lain-lain, dimana paten ini melindungi anak nagari , ‘ jelas putera asli Bukittinggi ini.

Langkah ini, kata Mondry, tidak hanya kepada Pemprov Sumbar saja. Melainkan semua pemerintah daerah dan provinsi di Indonesia.

Kita hampir kecolongan soal batik, begitu juga rendang hampir diklaim negara lain ,” paparnya. Sementara kerajinan Ulos dari Sumut, juga kain Sasirangan di Kalimantan Selatan, juga pernah terdengar mau ‘diambil’ negara lain. (rma1).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *