logo mak-adang.com

Catatan Harianku (1601): RAJO DUNIA ANGKU LAREH RAO-RAO 1890

 Dr. Andi Mulya, S.Pd., M.Si.     21/09/2025    Catatan Harianku,Kaba Ari ko 1   520 Views
Catatan Harianku (1601): RAJO DUNIA ANGKU LAREH RAO-RAO 1890

Mak-adang.com menerbitkan dua tulisan berdasarkan dokumen tahun 1890 tentang kepala adat nagari Rao-Rao. Selamat mengikuti.

Mak-adang , JAKARTA.

Sabtu pukul 08.45 saya meninggalkan rumah Mak Han di Kompleks Atsiri Pertanian, Citayam.

Pagi hari yang cerah meskipun banyak debug jalan utama komplek yang diperbaiki entah kapan akan selesai.

Pagi Sabtu saya sengaja mengantar Aisyah kemudian menunggu sambil olahraga sampai si bungsu saya ini pulang pukul 09.00.

  • 100 Tahun dokumen pengangkatan Kepala Adat Nagari Rao-Rao (foto dok. mak-adang.com)

Mak Han bertanya apakah saya bisa menerjemahkan bahasa Belanda. Kemudian mengirimkan foto dokumen milik keluarga besar Piliang Sani ini (terlampir). Bagi saya menulis tentang dokumen ini lebih bermakna daripada memuji ketua perantau yang mencampur-adukkan masalah organisasi dan masalah pribadi, apalagi mendukung tindak anarkhis yang sifatnya pidana. Tidak. Saya menulis sejarah sajalah. Berikut ini dua tulisan, Ahad ini dan Ahad depan.

Seabad lebih lanjut.
Dokumen ini dua muka, berumur seabad lebih. Di kiri berbahasa Arab Melayu, sedangkan di kanan berbahasa Belanda.

Saat itu, dengan teknologi digital sekarang, saya sudah mendapatkan salinan naskah tersebut. Lengkapnya sebagai berikut.

Transkripsi asli naskah (sesuai yang tampak di gambar) adalah:

Uit naam van Zijne Excellentie den Gouverneur Generaal van Nederlandsch Indië, dll. dll. dll.

Nademaal Kojoe Doenir van het Dorp Billian op den 21sten Mei van het jaar 1883 adalah benoemd tot Larashoofd van Raoe Raoe onder den naam en titel van Sidi Oeloe Radja, Gewashoofd van Raoe Raoe,

Zoo heb ik, krachtens autorisatie van Zijne Excellentie den Gouverneur Generaal van Nederlandsch Indië, voornoemd genoemden Kojoe Doenir in die hoedanigheid bevestigd, gelijk hij wordt bevestigd bij deze, met last op een ieder dien zulks mogt aangaan, hem als zoodanig te erkennen naar mohon.

Gegeven te Padang op den 29sten Junij van het jaar 1890 negen-en-dertig

De Kolonel Civiel en Militair Gouverneur, ter Westkust van Sumatra

(getekend) Maurenbrecher

Sedangkan Arab Melayu, diyakini isinya sama. Tak ubahnya seperti ijazah di beberapa institusi tertentu yang berbahasa lokal dan berbahasa Inggris.

Mak Han mengatakan dokumen ini diserahkan oleh Rahmansiah, wafat tahun 1974 dalam usia 80-an tahun.

Saat penyerahan, Rahmansiah mengatakan kepada Hanidar Hamid, agar dokumen ini disimpan, kendati ia sendiri tidak melihat atau tidak mengetahui nama yang disebut di atas. Kemudian diketahui dokumen ini disimpan di Bandung oleh Era, salah seorang kemenakan Mak Han.

Waktu itu belum ada minat untuk mengetahui isi dan tahun berapa dokumen itu.
“Mungkin (mulai disimpan) waktu Taman Dirajo Penghulu Piliang Sani masih hidup,” dugaan Mak Han.

Angku Lareh.
Bila diterjemahkan tanpa mengubah nama sesuai ejaan lama, dokumen tersebut berbunyi sebagai berikut:

Atas nama Yang Mulia Gubernur Jenderal Hindia Belanda, dst., dst., dst. (dan selanjutnya-penulis).

Bahwa Kojoe Doenir dari Desa Pillian diangkat menjadi Kepala Lara Rau Rau pada tanggal 21 Mei 1883, dengan nama dan gelar Sidi Oeloe Radja, Kepala Tanaman Rau Rau,

Dengan demikian, berdasarkan izin Yang Mulia Gubernur Jenderal Hindia Belanda, saya telah mengukuhkan Kojoe Doenir tersebut di atas dalam kapasitas tersebut, sebagaimana ia dikukuhkan dengan ini, dengan tugas kepada semua pihak yang berkepentingan
untuk mengakuinya sebagaimana mestinya.

Diberikan di Padang pada tanggal 29 Juni 1890,

Kolonel, Gubernur Sipil dan Militer, Pantai Barat Sumatera

(tanda tangan) Maurenbrecher

Kemaren saya katakan kepada Mak Han akan menyajikan dilengkapi dengan bahan bacaan yang relevan. Bisa dibuat melalui google karena banyak bahan dalam dan luar negeri yang tersedia secara online.

Memangnya ada? Saya berjanji akan mencarikan sesuai kemampuan yang ada. Lazimnya saya melakukan, pertama menelusuri bahan yang relevan. Kedua, menganalisisnya. Kemudian menyajikan sesuai prinsip kerja ilmiah.

Pengayaan agar dapat dilakukan tetap disandarkan pada prinsip kebenaran didukung referensi yang tersedia. Hal ini menjadikan pembahasan dapat menjadi pegangan moral di masa yang akan datang, lebih baik dari sekedar menyebarkan siaran langsung untuk tujuan viral.

Jadi intinya, dokemen ini adalah tentang menerjemahkan Rajo Dunia sebagai Kepala Adat (Larashoofd) di Rao Rao pada tanggal 29 Juni 1890.

Sebelumnya di google terdapat satu foto Kepala Laras Rao-Rao namun tidak ada penjelasan di keluarga siapa. Dengan adanya dokumen ini mungkin (foto tersebut perlu dicari lagi) akan ada benang merah untuk menjelaskan sebagian sejarah pemerintahan Nagari Rao-Rao di masa kolonial Belanda.

Ada banyak pertanyaan yang bisa disusun untuk mendapatkan gambaran yang utuh tentang masa tersebut. Rao-Rao tentu menyimpan banyak cerita yang disebut sejarah lokal. Banyak pula bukti foto atau dokumen keluarga yang hilang begitu saja, karena lapuk atau musibah kebakaran.

Silakan ikuti ditulis berikutnya Ahad depan. ***

(Andi Mulya/Peneliti terbaik LIPI bidang sosial budaya di LPPM 2001).

Catatan : Penyajian data akan direvisi seiring bertambahnya informasi pendukung, karena terdapat teks yang buram.


One thought on “Catatan Harianku (1601): RAJO DUNIA ANGKU LAREH RAO-RAO 1890

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *